Kamis, 31 Oktober 2019

Mengenal Dinar dan Dirham

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, dirham dan dinar ditetapkan sebagi alat tukar yang sah dalam perniagaan, juga menstandarkan tiga jenis dirham yang beredar kala itu menjadi satu jenis dirham, yakni dirham 14 qirat.

Pada masa Umar bin Khatab dinar dan dirham dibuatkan standar baku. Dinar merupakan koin emas 22 karat seberat 4,25 g dan berdiameter 23 mm. sedangkan dirham merupakan koin perak murni seberat 3 g dan berdiameter 25 mm. dinar dan dirham merupakan mata uang riil yang terbuat dari bahan intrinsik.

Selain digunakan untuk melakukan transaksi jual-beli, dinar dan dirham jua dipakai untuk menunaikan zakat. Imam Hanafi, pernah berkata, “Bahwa ukuran nisab zakat yang disepakati ulama, bagi emas adalah 20 mitsqal dan telah mencapai satu haul (satu tahun) dan bagi perak adalah 200 dirham.

Saat ini di Indonesia sudah ada beberapa pihak yang mencetak dinar dan dirham. Diantaranya Antam, Wakala induk nusantara, IMN, dan Sala. Dinar dan dirham juga tidak terpengaruh inflasi mata uang, jadi sangat cocok digunakan sebagai tabungan jangka panjang.

0 komentar:

Posting Komentar